Aldehid merupakan senyawa organik yang asalnya dari alkohol primer yang mengalami oksidasi, sementara keton asalnya dari alkohol sekunder yang telah mengalami oksidasi. Aldehid dan juga keton merupakan contoh dari beberapa senyawa karbonil yang cukup banyak ditemui di alam sekitar.  

Misalnya saja, formalin yang termasuk salah satu senyawa alhedid, senyawa ini sering kali digunakan dalam proses pengawetan zat-zat organik.  Sementara, senyawa keton contohnya aseton biasa digunakan sebagai pembersih kuteks. Berikut ulasan selengkapnya mengenai Alhedid dan Keton.

Alhedid 

 

 

Aldehida sendiri adalah senyawa organik dengan gugus karbonil terminal. Gugus tersebut terdiri atas atom karbon yang terhubung dengan atom hidrogen juga terhubung secara rangkap bersama atom oksigen. 

Golongan aldehida dinamakan juga sebagai golongan formil ataupun metanoil.  Nama aldehida berasal dari singkatan bahasa latin “alcohol dehidrogenatus”, yang artinya alkohol yang telah kehilangan hidrogen atau terhidrogenisasi.  Golongan aldehida memiliki sifat polar.

1. Struktur 

Aldehida adalah senyawa organik dengan kandungan unsur C, H, serta O, yang dirumuskan dengan R-CHO. Yang mana, R = Alkil, -CHO = Gugus fungsi aldehida.

Sudut yang terbentuk dari gugus fungsi –CHO ialah 120 derajat  dengan nilai C=O atau panjang sebesar 0,121 nm.

2. Tata Nama

Alhedid dan Keton

Alhedid dan Keton

Terdapat dua pendapat dalam tata nama untuk aldehid, yakni menurut IUPAC dan juga Trivial. Dalam sistem IUPAC, nama dari aldehid merupakan turunan nama dari alkana yang mengubah akhiran –a kemudian menjadi –al. Karena itulah, aldehid kerap disebut dengan alkanal.  Pada aldehid, tata nama yang digunakan sama seperti tata nama yang ada pada alkohol, yakni rantai terpanjang haruslah memiliki kandungan gugus aldehid.

Sedangkan dalam sistem TRIVIAL, tata nama aldehid merupakan nama yang diturunkan dari penamaan asam karboksilat induk yang mengubah asam –at /asam oat menjadi aldehid.

3. Sifat Fisik dan Kimia dari Aldehid

a. Sifat Fisik 

 

Senyawa aldehida yang memiliki 1 hingga 2 atom karbon (misalnya formaldehida, dan juga asetaldehida) wujudnya adalah gas dalam suhu kamar dan berbau tidak sedap. Aldehida yang memiliki 3 sampai12 atom karbon memiliki wujud cair dalam suhu kamar dan berbau sedap. Aldehida yang memiliki atom karbon hingga 12 lebih berwujud padat dalam suhu kamar. 

Senyawa aldehida dengan suku rendah (seperti formaldehida, dan juga asetaldehida) bisa larut di di dalam air. Sedangkan aldehida dengan suku tinggi tak dapat larut dalam air.

b. Sifat Kimia 

 

Oksidasi senyawa aldehida yang tercampur dengan campuran kalium bikromat serta asam sulfat dapat menghasilkan asam karboksilat. Sementara, oksidasi yang disebabkan larutan Fehling, dapat membuat Aldehida mampu mereduksi larutan Fehling dan menghasilkan endapan berupa merah bata yang berasal dari tembaga(I) oksida. Selanjutnya, senyawa aldehida juga mampu mereduksi larutan Tollens yang kemudian mampu menghasilkan cermin perak.                                                                                                                                                                                                          

4. Pembuatan Aldehid

a. Oksidasi Alkohol Primer

 

Alkohol primer yang telah teroksidasi  bisa menghasilkan suatu senyawa aldehida yang memiliki katalis kalium bikromat serta asam sulfat. Reaksi tersebut dalam industri dapat digunakan dalam pembuatan formaldehida atau formalin.

b. Mengalirkan uap dari alkohol primer ke atas tembaga panas

 

Uap dari alkohol primer yang teroksidasi bisa menghasilkan suatu senyawa aldehida yang memiliki katalis tembaga panas.

c. Pemanasan garam kalsium sebuah asam monokarboksilat jenuh yang memiliki kalsium format

 

Proses pemanasan dari campuran garam kalsium dari asam monokarboksilat jenuh dan kalsium format dapat menghasilkan senyawa aldehida.

5. Reaksi  yang terjadi

Senyawa aldehida tegolong senyawa organik dengan rumus umum R-CHO. Terdapat sejumlah reaksi yang bisa terjadi pada senyawa aldehida, diantaranya:

a. Oksidasi

Senyawa aldehida meruapakan reduktor kuat, karenanya mampu mereduksi sejumlah oksidator lemah. Perekasi Fehling dan pereaksi Tollens merupakan 2 contoh dari oksidator lemah yang menjadi pereaksi khusus yang digunakan agar bisa mengenali aldehida. Dari proses oksidasi senyawa aldehida akan mendapatkan hasil asam karboksilat. 

Pereaksi Tollens merupakan larutan perak nitrat yang ada dalam amonia. Pereaksi tersebut dibuat dengan memberikan tetesan larutan amonia ke dalam larutan perak nitrat sedikit demi sedikit sampai endapan yang tadinya terbentuk bisa larut kembali. Pereaksi ini dapat dianggap larutan perak oksida atau Ag2O. Aldehida mampu mereduksi pereaksi Tollens tersebut sehingga membuat unsur perak (Ag) terbebas.

Jika proses reaksi dilakukan dalam bejana gelas, maka endapan perak yang dihasilkan dapat melapisi bejana, hingga membentuk cermin. Karena itulah, reaksi tersebut disebut juga dengan reaksi cermin perak.

Sementara pereaksi Fehling terdiri atas 2 bagian, yakni Fehling A yang merupakan larutan CuSO4. Dan Fehling B adalah campuran dari larutan NaOH serta kalium natrium tartrat. Proses pembuatan pereksi Fehling terbuat dari pencampuran kedua larutan Fehling A dan B, sehingga didapat suatu larutan yang memiliki warna biru tua. Di dalam pereaksi Fehling, terdapat ion Cu2+ sebagai sebuah ion yang kompleks. Pereaksi tersebut bisa dianggap larutan CuO.

Dari reaksi Aldehida dan pereaksi Fehling bisa menghasilkan adanya endapan merah bata yang berasal dari Cu2O. Pereaksi tersebut dipakai untuk mengidentifikasi keberadaan gula reduksi (misalnya glukosa) yang terkandung dalam air semi milik penderita diabetes. Hal ini karena glukosa memiliki kandungan gugus aldehida.

b. Reduksi (Adisi Hidrogen)

 

Ikatan rangkap –C=O yang berasal dari gugus fungsi aldehida bisa diadisi gas hidrogen dan membentuk sebuah alkohol primer. Proses tersebut menyebabkan menurunnya bilangan oksidasi atom karbon dari gugus fungsi. Karena itulah, proses adisi hidrogen digolongkan juga sebagai reduksi.

6. Manfaat serta Penggunaan 

Terdapat beberapa manfaat dan juga penggunaan dari alhedid, berikut diantaranya.

  • Larutan formaldehida berkadar 37% yang ada dalam air (formalin) bisa dimanfaatkan untuk mengawetkan  berbagai macam specimen biologi yang ada dalam laboratorium atau museum. Pasalnya, cairan tersebut mampu membunuh germs atau desinfektan.
  • Formadehida kerap digunakan dalam pembuatan  plastic terms set. damar buatan juga insektisida serta germisida. 
  • Etanal (asetaldehida) digunakan sebagai bahan dalam pembuatan damar atau karet buatan. Zat warna serta bahan organic penting seperti asam asetat, etilasetat, aseton, dan juga 1- butanol.

Zat-zat tersebut hingga saat ini banyak sekali diproduksi melalui :

  • Oksidasi dari senyawa methanol dengan partikel oksigen dari udara yang diberi katalis Cu
  • Reduksi dari campuran CO dan juga gas hydrogen yang dialirkan dari katalisator Ni ataupun Pt sehingga hasil reduksi gas CO berubah menjadi formaldehida.
  • Distlasi kering yang berasal dari garam format.

Keton

Alhedid dan Keton

Keton adalah senyawa organik yang sangat identik dengan gugus karbonil. Gugus yang memiliki ikatan dua atom karbon yang dinamakan dengan karbon α. Sedangkan atom hidrogen yang terikat oleh karbon α disebut dengan hidrogen α. Reaksi yang ditimbulkan dengan basa, membuat keton mampu menghasilkan enolat. 

Dengan adanya katalis asam, senyawa keton bertautomeri menjadi keto-enol. Gugus karbonil memiliki sifat polar karenanya keton yang merupakan senyawa polar bisa mudah larut ke dalam air. Hidrogen α yang berasal dari keton memiliki tingkat kesasaman lebih dibanding hidrogen dalam alkana. Aseton, asetoasetat, serta β-hidroksibutirat merupakan keton yang dapat ditemukan dalam karbohidrat, asam amino dan asam lemak yang ada pada tubuh manusia.

1. Tata Nama

Alhedid dan Keton

Penomoran dilakukan sehingga gugus karbonil mendapat. nomor kecil. IUPAC. TRIVIAL. Gugus alkil / aril yang terikat gugus karbonil ditambah keton. Example : IUPAC. Propanon. 2-pentanon. TRIVIAL. Aseton. Metil propil keton. Contoh Senyawa Keton yang Sering Dijumpai. Sikloheksanon. Asetofenon (metil fenil keton)

Dalam sistem IUPAC, penamaan keton didapat dari induknya, alkana dengan mengubah huruf akhiran –a  menjadi –on. Jika perlu pemakaian nomor. Penomoran akan dilakukan sehingga membuat gugus karbonil memperoleh nomor kecil.

Sementara dalam sistem TRIVIAL, penamaan gugus alkil maupun aril yang terikat dalam karbonil akan dinamai, lalu ditambahkan dengan kata keton, terkecuali nama aseton.

2. Proses Pembuatan 

  • Oksidasi yang terjadi dari alkohol sekunder dan katalis natrium bikromat serta asam sulfat bisa menghasilkan keton serta air.
  • Oksidasi dari uap alkohol sekunder dan katalis tembaga panas bisa menghasilkan keton serta gas hidrogen.
  • Keton bisa didapatkan dari adanya proses pemanasam dari garam kalsium asam monokarboksilat.

3. Reaksi-reaksi yang terjadi

Reaksi dari keton ada reduksi dan oksidasi. Dalam reduksi keton dengan hidrogen nantinya bisa menghasilkan alkohol sekunder. Sedangkan dalam proses oksidasi, keton menjadi reduktor yang sangat lemah dibanding dengan aldehid. Namun zat-zat pengoksidasi yang lemah, misalnya saja pereaksi tollens maupun pereaksi Fehling tak bisa mengoksidasi keton. Karena itulah, aldehid dan juga keton  bisa dibedakan dengan memakai pereaksi tersebut, sebagaimana berikut :

  • Aldehid dengan pereaksi Tollens menghasilkan cermin perak
  • Keton dengan pereaksi Tollens tidak menghasilkan reaksi apapun
  • Aldehid dengan pereaksi Fehling menghasilkan endapan merah bata
  • Keton dengan pereaksi Fehling tidak menghasilkan reaksi apapun

4.  Manfaat serta Kegunaan

Dalam kehidupan sehari-hari, senyawa keton juga kerap digunakan. Salah satunya ialah aseton atau disebut juga propanon, berikut kegunaan dari aseton, diantaranya :

  • Melarutkan senyawa karbon, seperti dalam penggunaan cairan penghilang cat kuku.
  • Sebagai bahan baku dalam pembuatan zat organik lainnya, misalnya saja chlaroform yang kerap dipakai sebagai obat bius.
  • Keton siklik juga kerap digunakan untuk bahan tambahan dalam pembuatan parfum.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *