Sebagai sesame makhluk hidup yang tinggal di bumi, tentunya ada hubungan timbal balik dari sesama makhluk hidup. Hubungan inilah yang disebut dengan ekosistem. Ekosistem adalah suatu system ekologi yang memiliki hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan siklus materi serta arus energy melalui komponen yang terdapat di dalamnya. Eksosistem inilah yang menyebabkan di dalam kehidupan terdapat yang namanya rantai makanan. 

Jika berdasarkan lingkungan, maka ekosistem dibagi menjadi dua yaitu lingkungan biotik yang didalamnya terdiri dari makhluk hidup yang ada di dunia. Kemudian, kedua adalah lingkungan abiotic, atau yang berhubungan dengan benda mati seperti cahaya, air, udara, energy dan lainnya. 

Pengertian Hutan Hujan Tropis

Pengertian Hutan Hujan Tropis

Seperti yang sudah banyak mengenal, hutan adalah sebuah wilayah yang di dalamnya dipenuhi tanaman atau pepohonan hijau. Menutup dan menjadi rumah bagi makhluk hidup tumbuhan langka dan hewan hewan. Hutan juga membentuk iklim mikto dengan kondisi ekologi yang khas dan berbeda dengan wilayah di luar hutan. Kemudian, bedanya hutan biasa dengan hutan hujan tropis adalah jenis tumbuhan dan hewan yang tinggal di dalamnya.

Biasanya memiliki ciri khas tanaman dengan batang pohon yang besar dengan daun yang hijau lebat. Sedangkan hewannya, memiliki bentuk tubuh yang besar dan liar. Salah satu contoh hutan hujan tropis yang paling terkenal dan terbesar di dunia adalah hutan amazon. Selain itum hutan hujab tropis juga memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi dan suhu lembab. 

Letak Hutan Hujan Tropis

Letak Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis, umumnya terdapat di daerah yang terletak di dataaran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1200 meter dari bawah permukaan laut. Selain itu letak geografisnya berada di antara 23 derajat 27 Lintang Utara dan 23 derajat 27 Lintang Selatan. Wilayahnya meliputi Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia bagian utara, sebagian Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian besar wilayah Amerika Selatan. 

Ciri-ciri Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Ciri-ciri Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Setiap hutan dengan jenis yang berbeda selalu memiliki ciri khas tersendiri. Begitu pula dengan hutann hujan tropis yang di dalamnya terdapat tumbuhan dan hewan yang hidup dengan kondisi alam tropis. Begitu pula ada beberapa ciri ekosistem hutan hujan tropis yang berbeda dengan hutan-hutan lainnya. 

1. Berada di Wilayah Tropis

Seperti sebutannya atau namanya yang hutan hujan ropis, pastinya hutan ini terletak di wilayah tropis. Memiliki curah hujan tinggi dengan kesuburan dan tanah basah yang bisa mengembangbiakkan tanaman dan hewan yang khas. 

2. Tidak memiliki musim kemarau

Sebagai tempat yang berada di wilayah tropis, kemungkinan didatangi musim kemarau sangatlah susah. Hutan tersebut memiliki curah hujan yang tinggi yaitu sekitar 1800 – 2000 mm per tahunnya. Sehingga sangat tidak mungkin mendapati musim kemarau, inilah yang menjadi factor basahnya tanah dan ukuran tanaman yang tumbuh lebih subur dan besar dibandingkan dengan hutan lainnya. 

3. Tanaman Beraneka Ragam

Karena memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, maka tanaman yang tumbuh juga sangat beraneka ragam. Selain itu, tanaman yang tumbuh di hutan ini juga cenderung tidak memiliki cabang ranting. Alias memiliki batang tubuh yang besar, berkayu dan kuat. Keanekaragaman yang terdapat di hutan ini pun tak jauh dari jenis tumbuhan yang memilikitipe tumbuhan kayu dan tidak memiliki banyak cabang. 

Fungsi Hutan Hujan Tropis

Fungsi Hutan Hujan Tropis

Walaupun tidak secara keseluruhan hutan hujan tropis menjadi rumah bagi seluruh jenis makhluk hidup, tapi hutan hujan tropis juga memiliki fungsi tersendiri yang bukan hanya menguntungkan ekosistem di hutan hujan tropis ini sendiri, melainkan juga untuk manusia dan makhluk hidup lainnya yang berada di sekitar hutan. Berikut adalah fungsi daripada hutan hujan tropis :

1. Rumah Flora dan Fauna

Dari jenis iklim yang tersedia di dalam hutan ini, menjadikan hutan subur dalam berbagai tumbuhan. Ini membuat perkembang biakkan hewan herbivora menjadi lancar dan menjadikan para karnivora tidak kekurangan makannya. Itu sebabnya, rantai makanan di dalam hutan ini sangat teratur. Dan menjadikan ekosistem flora dan fauna di dalam hutan ini menjadi sangat stabil dan saling menguntungkan. 

2. Stabilisasi Iklim Dunia

Sebagai hutan, peran paling utamanya adalah membantu menstabilkan iklim dunia. Yaitu dengan penyerapan gas karbondioksida dari lapisan atmosfer. Hutan yang subur akan menumbuhkan pepohonan yang hijau dan lebat, ini bisa menjadi tempat penyerapan gas karbondioksida yang mengudara di atmosfer. 

3. Menjaga Peredaran Air

Sebagai hutan yang jauh dari kemungkinan musim kemarau, maka tak heran hujan di hutan tersebut lancar. Pastinya jika curah hujan tinggi dan lancar, maka penyerapan airnya pun juga lancar. Sehingga hutan ini bisa menjadi salah satu sumber air bagi warga di wilayah sekitarnya. 

4. Sumber Kehidupan

Hidup di daerah pedesaan di sekitar hutan hujan tropis, maka memilih untuk mencari sumber makanan dari tanah hutan adalah hal biasa. Hutan hujan tropis yang dikenal dengan tanaman vegetasi yang beragam ini menjadikan tempat ini adalah sumber kehidupan masyarakat di sekitar hutan. Tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya bisa dijadikan sumber makanan. 

Fungsi bisa menjadi hal yang bermanfaat ketika manusia yang berada di sekitarnya juga ikut menghargai apa yang ada di dalamnya. Hanya saja, karena ketamakan manusia, hutan hujan ini seringkali dijadikan tempat untuk menghabisi keserakahan nafsu dari manusia itu sendiri. Mereka sengaja membabi buta menebang pohon tanpa mereboisasi dan membunuh hewan tanpa berpikir untuk mengembangbiakkannya. Dampak dari keserakahan manusia bisa menimbulkan punahnya makhluk hidup penghuni hutan hujan tropis ini. Maka dari itu, tak heran jika upaya untuk menjaga hutan masih terus digalakkan. Kesadaran ini masih sangat arang tumbuh di kalangan masyarakat, terutama masyarakat sekitar hutan yang bisa lebih nafsu untuk menghabisi hutan secara besar-besaran. 

Ada banyak upaya untuk melestarikan hutan, salah satunya adalah menanam kembali pepohonan yang sudah dibabat habis. Sehingga regenerasi hutan sebagai tempat penyerapan air tetap berfungsi. Ini menjadi salah satu aktivitas mengurangi banjir di lingkungan masyarakat. Kemudian upaya yang lainnya adalah ikut membudidayakan hewan-hewan langka. Bukannya terus menghabisi dan mencari kulit atau bagian hewan yang dianggap antik. Keuntungan penjualan akan dinikmati secara pribadi oleh pemburu, sedangkan banyak hewan khas yang sudah langka semakin susah ditemukan. 

Untuk itu, ekosistem di hutan hujann tropis selamanya akan menjadi pehatian masyarakat di manapun Anda berada. Pastinya dengan upaya pelestarian hewan dan tumbuhan yang ada di dalam hutan tersebut menjadikan hidup masyarakat di sekitarnya juga nyaman dan aman. Tidak ada hewan liar yang mengganggu rumah penduduk karena hutannya dihabisi oleh pemburu. Dan selalu ada sumber makanan dan sumber air untuk mensejahterakan masyarakat yang tinggal di wilayah hutan hujan tropis ini. Sehingga ekosistem hutan hujan tropis tetap terjaga. 


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *