Gambar kubah Masjid Nabawi menjadi pemandangan penuh makna. Masjidnya pun adalah tempat yang dirindukan seluruh umat Islam di dunia. Dengan kokoh dan agung, kubah Masjid Nabawi menginspirasi banyak masjid di belahan bumi lainnya.

Masjid Nabawi pertama kali dibangun adalah ketika Nabi Muhammad baru tiba di Madinah usai melakukan perjalanan hijrah dari Kota Mekah, yaitu pada tahun 622 M. Pada saat itu bagian atas masjid masih terbuka dan belum didirikan kubah seperti sekarang.

Sejarah Kubah Masjid Nabawi

Sejarah Kubah Masjid Nabawi

Sesuai gambar Kubah Masjid Nabawi beserta rekam sejarahnya, pertama kali dibangun pada tahun 678 M oleh Dinasti Mamluk, kubah Masjid Nabawi direnovasi kembali pada abad ke-15. Dan kubah megah seperti yang kita saksikan hari ini adalah hasil renovasi terakhir tahun 1404 H.

Kemudian dicat dengan warna hijau pada tahun 1228 H. Sejak saat itu, kubah ini mendapat julukan ‘Kubah Hijau’. Sebelumnya juga terkenal dengan nama kubah putih dan biru. Ada pula yang menyebutnya Al-Faiha’ (kubah yang luas).

Terletak di bagian tenggara masjid. Di bawah kubah ini dahulu adalah kediaman Nabi Muhammad bersama istrinya Aisyah. Kemudian menjadi makam beliau beserta kedua sahabat terdekatnya, Abu Bakar dan Umar Bin Khatab.

Jika dilihat dari dalam masjid atau dari bagian bawah kubah, maka akan tampak berbentuk persegi empat. Sedangkan dari bagian atas berbentuk persegi delapan. Pada mulanya, kubah ini adalah atap yang terbuat dari kayu yang diarahkan tegak di atas makam Nabi Muhammad serta dilapisi lempengan timah agar air hujan tidak merembes ke dalam makam beliau.

Sultan Qait Bay meniadakan atap kayu dan menggantinya dengan kubah tipis pada tahun 881 H. Kubah tersebut dipoles hingga berwarna putih. Sempat terjadi kebakaran yang menggemparkan Masjid Nabawi pada tahun 886 H turut melukai bagian kubah masjid.

Akhirnya Sultan Qait Bay kembali melakukan perbaikan di tahun 892 H dengan menggunakan material batu sebagai susunan utama kubah tersebut. Dan melengkapinya dengan tiang-tiang penyangga. Tak lama setelah itu muncul retak di bagian atas kubah. Renovasi pun kembali dilakukan hingga bangunan atas masjid itu benar-benar kokoh.

Kubah Hijau dan Kubah Lainnya

Kubah Hijau masjid nabawi dan Kubah Lainnya

Selain kubah hijau yang sudah menjadi ikon Masjid Nabawi, ada pula kubah-kubah lain yang turut menambah nilai kesucian masjid ini. Salah satunya bangunan kubah di atas mihrab Usman. Atap diantara kubah hijau dan dinding sebelah barat juga didirikan kubah besar yang dikelilingi tiga kubah kecil. Di bagian atas Bab As Salam juga dibangun dua buah kubah yang dilapisi warna hitam dan putih lengkap dengan hiasan.

Di tahun 1119 H, Sultan Mahmud I membangun barisan tiang yang menopang atap di arah kiblat masjid. Kemudian Sultan Mahmud berniat untuk menutup seluruh bagian masjid dengan kubah. Namun tak sempat terealisasi karena khawatir proyek tersebut dapat merusak kubah hijau.

Pada tahun 1274 – 1277 H seluruh bagian atas masjid ditutup oleh kubah berlapis lempengan timah yang jumlahnya mencapai 170 buah. Sebagian dihiasi dengan jendela kaca berwarna dan tulisan kaligrafi Al-Qur’an yang sangat indah.

Kubah hijau sendiri terus mendapat perhatian renovasi hingga beberapa kali. Terakhir kali dipoles adalah pada tahun 1404 H karena warna timah mulai berubah. Lalu Raja Fahd bin Abdul Aziz memerintah sehingga kubah diperbaiki melalui tampilan warnanya. Hingga saat ini belum ada yang mengetahui berapa harga kubah masjid nabawi.

Itulah tadi sedikit ulasan saya mengenai seluk beluk kubah masjid nabawi. Apabila ada salah informasi atau salah kata saya mohon maaf sebesar besarnya. Akhir kata cukup sekian dan terima kasih.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *