Metamorfosis Kecoa

Metamorfosis adalah siklus hidup dari suatu makhluk hidup. Setiap detail dari mulai melahirkan hingga bertelur kembali. Nah, salah satu hewan yang bermetamorfosis adalah kecoa. Kecoa adalah salah satu hewan yang bermetamorfosis tidak sempurna, jadi sangat langka. Seperti yang kita tahu, kecoa adalah salah satu hewan serangga yang memiliki metamorfosis tidak sempurna. Ini karena proses metamorfosisnya tidak melalui fase pupa atau kepompong. Proses metamorfosa kecoa hanya melalui tiga fase yakni fase telur, nimfa, dan fase kecoa dewasa. 

Meskipun hanya melalui tiga fase ini, kecoak tetap tumbuh pada umumnya. Bahkan banyak spesies kecoa di dunia yang bukan hanya menjijikan tapi juga bermanfaat untuk siklus kehidupan manusia maupun hewan lainnya. jenis kecoa yang paling terkenal adalah kecoa jerman, kecoa oriental, kecoa berpita coklat, kecoa Amerika, kecoa desis Madagaskar, Kecoa Dubia. Mereka semua tergolong dan masuk dalam proses siklus hidup tak sempurna. Berikut adalah siklusnya. 

Metamorfosis Kecoa
Metamorfosis Kecoa

Terdapat 3 fase metamorfosis kecoa. Berikut adalah penjabarannya. 

  • Fase Telur

Proses metamorfosis kecoa diawali dengan fase telur. Kecoa dihasilkan dari pembuahan sel telur betina dan sel spermatozoa kecoa jantan. Biasanya induk betina akan mengandungkan di atas permukaan tanah atau di atas tumpukan sampah. Lebih banyak ditemukan telur kecoa di tempat tempat yang jarang dilalui orang-orang. Dalam sekali bertelur bisa meletakkan 16 hingga 23 telur. 

Satu telur dengan telur lainnya saling menempel karena terdapat cairan lengket dari induk betina yang membuat mereka melekat di satu tempat. Biasanya, telur yang berwarna hitam atau coklat itu dilindungi oleh cangkang atau kapsul yang disebut sebagai Ootheca. Ootheca memiliki lapisan yang keras, sehingga bisa melindungi kecoa dari berbagai benturan. Usia telur bisa hingga 1 atau 2 bulan tergantung jenis dan spesies induknya. Dari telur, kemudian mereka akan jadi nimfa. 

Metamorfosis Kecoa Fase telur
Metamorfosis Kecoa Fase telur
  • Fase Nimfa

Fase ini adalah fase dimana kecoa sudah keluar dari cangkangnya dan sudah bisa bergerak bebas di luar. Ukurannya sangat kecil, sama seperti kutu beras, hanya saja tubuhnya berwarna putih. Kecoa berukuran kecil ini masih belum memiliki sayap, jadi belum bisa terbang. Mereka sudah bisa mencari makan sendiri hingga tumbuh dewasa dan warna tubuhnya berubah kecoklatan.

Metamorfosis Kecoa Dewasa
Metamorfosis Kecoa Dewasa

Masa perubahan ini lumayan lama, butuh waktu sekitar 60 hari untuk membuat 6 sampai 7 kali kulitnya mengelupas untuk menjadi kecoa dewasa. Setiap kulit yang berganti akan terus berubah warna menjadi gelap dan mengeras. Fase ini disebut sebagai fase instar, masih berhubungan dengan fase nimfa jadi dia tidak dipisah dari fase aslinya. 

  • Fase Imago (Kecoak Dewasa)

Fase ini adalah fase dewasa atau kecoak yang sudah dewasa. Fase ini telah melalui fase instar. Dalam fase ini, kecoak telah memiliki dua sayap yang kuat dan memungkinkan mereka untuk terbang. Fase ini dikatakan dalam fase kecoa dewasa karena kulit dan seluruh tubuhnya sudah kuat, cangkangnya sudah sangat mengeras dan pastinya memiliki sayap untuk terbang. 

Dalam fase ini kecoak juga sudah bisa menghasilkan sel telur bagi betina dan menghasilkan sel spermatozoa bagi kecoa jantan, jadi sudah bisa melakukan proses reproduksi dengan pasangannya. Proses ini juga memungkinkan kecoa untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih besar.

Inilah proses metamorfosis kecoa yang tidak sempurna dan hanya dimiliki oleh kecoa. Fase fase ini dilewati oleh semua kecoa. Dengan begitu, kecoa dari mulai bayi hingga dewasa memiliki proses yang lumayan panjang, bisa sekitar 3 sampai 4 bulan. Baru mereka akan menghasilkan telur baru untuk anak anaknya selanjutnya. 

Kategori: Fauna

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *