Negara Indonesia yang beriklim tropis ini cocok dimanfaatkan untuk beternak kambing. Sangat disayangkan, jika peluang ini tidak dicoba oleh masyarakat untuk membuka sebuah bisnis. Apalagi, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam pasti ada momen tertentu yang akan membutuhkan kambing.

Namun, tidak jarang dari masyarakat yang masih ragu dalam memulai usaha tersebut. Maka, artikel ini akan mengulas panduan ternak kambing, mulai dari keperluan kambing yang harus dipenuhi hingga perawatannya.

Mengetahui Peluang Bisnis Ternak Kambing yang Menguntungkan

Ternak Kambing yang Menguntungkan

Peluang usaha ternak kambing bisa terbilang menjanjikan karena pada setiap harinya ada yang membutuhkan kambing. Kebutuhan untuk aqiqah juga selalu ada saja. Bahkan, aneka olahan kuliner daging kambing sangatlah beragam, mulai dari sate, gulai, rica-rica, dan lain sebagainya.

Kotoran kambing pun dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang yang juga dibutuhkan masyarakat untuk menyuburkan tanaman. Apalagi saat momen Idhul Adha setiap tahunnya permintaan kambing pasti melonjak tinggi dibanding hari biasa.

Maka, tidak heran jika usaha ternak kambing menjadi pilihan dalam membuka sebuah bisnis. Terdapat berbagai jenis kambing yang dapat diternak di Indonesia. Kebutuhan modal pada usaha ternak kambing relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan sapi. Selain itu, produktivitas kambing juga lebih cepat jika dibanding sapi.

Kambing dapat melahirkan anakan 2 ekor dalam setahun, sedangkan sapi hanya dapat melahirkan 1 ekor dalam 16 bulan. Artikel ini akan membahas peluang berbisnis ternak kambing etawa dan kambing gembel.

1. Kambing Etawa

Kambing Etawa

Kambing etawa memiliki peluang keuntungan lebih tinggi dikarenakan pesaingnya lebih sedikit dibandingkan dengan jenis lainnya. Perawatan kambing etawa juga cukup mudah karena umurnya yang relatif lama dan masa panen yang lebih cepat dibanding jenis lainnya. Pasaran susu kambing etawa tersebut lebih mahal dari lainnya.

Hal tersebut dikarenakan susu kambing etawa memiliki harga tertinggi di pasaran. Ciri dari kambing tersebut diantaranya mempunyai tubuh besar, cembungnya dahi dan hidung, bertelinga panjang ke bawah, serta bertanduk pendek.

Normal nya tinggi kambing pejantan mencapai sekitar 127 cm dan berbobot 91 kg. Sedangkan, tinggi kambing betina hanya berkisaran 92 cm dan berbobot 63 kg saja. Anak kambing etawa juga bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Hal yang menarik lainnya dari kambing etawa ini dapat dijadikan sebagai kambing potong sebagai penjualan daging dan kulitnya. Tidak jarang jika usaha kambing etawa dimanfaatkan sebagai kambing pedaging dan kambing perah.

2. Kambing Gembel

Kambing gembel

Adapun jenis kambing yang berpeluang memberikan keuntungan yang menjanjikan yakni kambing gembel. Kambing gembel ini terbagi menjadi 2 macam yakni kambing yang berekor tipis dan berekor tebal.

Kambing tersebut menguntungkan untuk berbisnis karena mampu beradaptasi dengan perubahan musim, sehingga dapat beranak sepanjang tahun. Beternak kambing gembel sangat berpeluang untuk memenuhi kebutuhan permintaan pasar karena jenis kambing tersebut mudah bereproduksi.

Jumlah daging dari kambing gembel juga lebih banyak dari pada jenis kambing lainnya. Analisis usaha ternak kambing yang dipertimbangkan adalah terkait kondisi pasar, pemasok, dan konsumen. Sebelum memulai usaha, Anda harus melakukan survei terlebih dahulu apakah terdapat usaha peternakan kambing yang mendominasi pasar yang akan dituju?

Jika memang yakin akan akan berbisnis kambing, Anda harus memastikan adanya tanaman hijauan sebagai pakan kambing yang berada tidak jauh dari lokasi kandang. Keuntungan dalam berbisnis kambing ini akan diperoleh ketika hari besar seperti Idhul Adha dengan profit dua kali lipat dari biasanya. Analisis lain yang perlu dipertimbangkan dalam berbisnis adalah harga bibit, kandang, pakan, hingga upah karyawan.

Penjualan kambing akan semakin mahal, jika memiliki bobot yang berat dan berkualitas, serta ketika terjadi peningkatan permintaan pasar. Tentu saja untuk kualitas yang maksimal perlu usaha yang tidak gampang, salah satunya dengan pemberian pakan yang bernutrisi.

Pemerintah mengharapkan adanya kerjasama usaha ternak kambing dari berbagai pihak agar mencapai peningkatan produktifitas. Upaya tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan skala nasional, bahkan dapat ekspor ke luar negeri.

Salah satu satunya meningkatkan kualitas bibit terlebih dahulu. Selain itu, mengolaborasikan kemitraan antara peternak kambing, pelaku usaha, dan lembaga keuangan penyedia modal. Peternak dapat meningkatkan target bisnis melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Cara Ternak Kambing yang Menguntungkan Bisnis

ternak kambing

Cara ternak kambing yang baik harus mempertimbangkan pemilihan lokasi kandang yang memenuhi syarat agar memperoleh kualitas yang maksimal. Memang, kambing dapat hidup dan berkembang pada berbagai tipologi yang ada di seluruh Indonesia.

1. Pemilihan Lokasi yang Tepat

lokasi ternak kambing yang bagus

Namun, jika ingin mencapai kualitas kambing yang maksimal harus memperhatikan, memilih, dan menjaga lokasi kandang agar memenuhi syarat. Berbagai syarat lokasi kandang yang wajib dipenuhi diantaranya pertama, menjaga tempat kandang agar tidak tergenang air. Kedua, terhindar dari hembusan angin langsung. Ketiga, jauh (10 meter) dari permukiman dan sumur.

Keempat, mendapatkan sinar matahari yang cukup apalagi pada pagi hari. Selain pemilihan lokasi kandang, juga harus memilih bibit kambing yang unggul. Dalam memilih bibit usahakan yang memiliki keturunan kembar, berbadan padat, bertubuh panjang, kakinya kuat lurus, serta bulu, hidung dan anus yang bersih. Terdapat berbagai ciri bibit kambing pejantan dan betina yang unggul agar dapat menguntungkan bisnis.

2. Pembibitan dan Pemberian Pakan

pakan kambing

Pada bibit betina pilihlah yang mempunyai garis punggung dan pinggang yang lurus, alat kelaminnya normal. Sedangkan, pada bibit pejantan pilihlah yang memiliki buah zakar berukuran sama besar dan normal, dan kelamin dapat berereksi dengan baik.

Perlu dipertimbangkan pula untuk betina yang akan dijadikan indukan minimal berumur 5-6 bulan, sedangkan pejantannya yang berumur 5-8 bulan. Jika ingin memulai usaha ternak etawa disarankan memilih bibit yang berumur 1,5 tahun. Pemberian pakan kambing sebaiknya dilakukan sehari 2 kali pada waktu pagi dan sore hari.

3. Umur Ideal Perkawinan

kambing ideal kawin

Cara ternak kambing etawa yang baik, selain memperhatikan asupan nutrisi, juga memperhatikan umur ideal perkawinan. Umur ideal perkawinan pada kambing betina ketika sudah 10 bulan. Perlu dipelajari pula, umur ideal perkawinan pada kambing gembel sekitar 10 hingga 12 bulan untuk betinanya. Jika kambing gelisah serta terjadi pembengkakan alat kelamin, menandakan kambing tersebut ingin dikawinkan.

Tanda lainnya adalah nafsu makan menurun, dan sering mengibaskan ekor. Jika telah muncul tanda-tanda tersebut dalam jangka waktu 12-18 jam, maka sebaiknya segera dikawinkan untuk menghindari gagalnya reproduksi.

4. Analisis Kesehatan Selama Masa Kehamilan Kambing Etawa

cara merawat kambing hamil

Masa kehamilan kambing etawa berkisaran 5 bulan lamanya. Dalam dua tahun, kambing etawa betina tersebut dapat melahirkan sebanyak 3 kali. Setelah kambing melahirkan juga harus istirahat total selama 2 bulan, tidak lupa juga memperhatikan pola makan serta kebersihan kandang agar terhindar dari kudisan dan cacingan.

5. Pemisahan Kambing Pedaging dan Kambing Perah

kambing pedaging

kambing pedaging

kambing perah

kambing perah

Pemeliharaan kambing yang baik dengan melakukan pemisahan antara yang dijadikan sebagai kambing pedaging dan kambing perah. Pada kambing pedaging bisa dijual saat sudah berumur 8 bulan hingga 12 bulan.

6. Pembersihan Kandang

Membersihkan Kandang Kambing

Terdapat pula cara pemeliharaan kambing yang tidak boleh diabaikan yakni melakukan pembersihan kandang minimal 2 kali dalam satu pekan. Perlu juga adanya manajemen pemeliharaan kambing perah agar susu yang dihasilkan berkualitas dan terhindar dari kontaminasi parasit bakteri.

Sebelum perah susu dilakukan, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu kandangnya. Semua bagian kandang perlu dibersihkan mulai dari tempat pakan minum, lantai kandang, hingga lantai dasar kandang. Hal tersebut sangatlah penting karena susu gampang terkontaminasi dengan bau sekitar.

7. Penyemprotan Desinfektan

penyemprotan kandang kambing

Selain membersihkan kandang dari kotoran, juga penting dilakukan sanitasi dengan penyemprotan desinfektan sesuai dosis agar terbebas dari berkembangbiaknya bibit penyakit. Perlu diingat, cara ternak kambing gembel yang baik juga sama dengan kambing etawa mulai dari kebersihan kandang dan pemberian pakan ternak yang bernutrisi.

Pada dasarnya semua jenis kambing perlu dijaga perihal kebersihan dan pakan ternaknya. Demi memperdalam pengetahuan Anda, disarankan untuk menambah referensi lebih lanjut dari jurnal manajemen pemeliharaan kambing.

Desain Kandang Kambing

desain kandang kambing

Salah satu hal yang berpengaruh terhadap keberhasilan penggemukan kambing adalah model kandang. Model kandang kambing modern yang berbentuk panggung dapat digunakan untuk menunjang keberhasilan penggemukan kambing. Hal ini dikarenakan kandang bentuk panggung dapat mengantisipasi adanya penyakit.

Dengan kandang kambing yang berbentuk panggung akan memudahkan dalam mengendalikan kebersihan serta menjaga kesehatan ternak. Kandang dengan model panggung cocok sebagai tempat tinggal kambing etawa dan gembel. Pembuatan kandang harus dipastikan kokoh sehingga tidak muda rusak dan juga memperhatikan sirkulasi udaranya.

Kotoran dan urin kambing tidak akan menempel pada lantai jika kandang berbentuk panggung. Sehingga, lantai akan selalu kering. Jika kebersihan lantai kandang tidak dijaga dan lantai sering basah, maka kambing akan mudah terserang penyakit. Ukuran kandang kambing yang dibuat sebenarnya tergantung dari jenis kambing.

Setiap jenis kambing etawa yang telah dewasa memerlukan luas 1,5 meter x 1,5 meter. Sedangkan, pada kambing gembel tidak memerlukan lahan yang luas karena jenis kambing tersebut suka bergerombol. Jadi dengan ukuran lahan 3 x 1,5 meter saja sudah cukup untuk menampung 10 ekor kambing gimbal.

Jarak lantai dan atap kandang berkisaran 180 cm pada bagian depan, sedang bagian belakangnya sekitar 160 cm. Jarak antara lantai dan atap memang dibuat tinggi agar kambing bisa bergerak leluasa. Jadi kemiringan atap kandang berkisaran 20 cm.

Tujuan dari adanya kemiringan atap kandang untuk memperlancar jatuhnya air hujan dan menghindari embun yang masuk dalam kandang. Hal tersebut menjadi antisipasi agar kandang tidak lembab dan basah yang bisa memicu datangnya penyakit.

Pembuatan lantai kandang model panggung ini bisa memanfaatkan bahan bambu yang sudah dibelah menjadi 4 bagian. Membuat kandang kambing dari bambu dapat menekan biaya modal, sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan. Bambu-bambu yang telah dibelah tersebut ditata sejajar sebagai lantai kandang.

Akan tetapi, dalam penataannya perlu diperhatikan antara jarak belahan bambu satu dengan lainnya. Jarak tidak boleh terlalu dekat ataupun terlalu lebar antar setiap belahan bambunya. Hal ini dimaksudkan agar kotoran kambing dapat jatuh tidak tersangkut pada lantai, juga tidak membuat kaki kambing terperosok atau terjepit di lantai kandang.

Setelah itu, juga diperlukan membuat lantai dasar yang berada di bawah lantai kandang. Lantai dasar tersebut berbahan dari semen atau beton yang dibuat miring 10 cm ke belakang kandang. Tujuannya agar kotoran yang jatuh ke lantai dasar dapat terkumpul pada ujung bagian belakang kandang. Ini dilakukan disamping untuk menjaga kebersihan, juga memanfaatkan sebagai pupuk kandang. Tempat pakan kambing disesuaikan dengan ketinggian kambing agar dapat menggapai dengan nyaman.

Bagaimana Memaksimalkan Perawatan dari Pakan Ternak Kambing?

pakan kambing

Pakan kambing perlu diperhatikan kesediaannya. Tanpa adanya pakan yang mencukupi kebutuhan, kambing tidak akan bisa tumbuh dan berkembang sebagaimana yang diharapkan. Setiap kambing membutuhkan 5-7 kg hijauan sebagai pakannya.

Namun, terkadang yang menjadi suatu masalah adalah tidak tersedianya pakan ketika musim kemarau tiba. Hal ini mengharuskan untuk menyimpan kesediaan pakan sebelum datangnya musim kemarau. Yang menjadi persoalan adalah ditakutkan pakan yang telah diperoleh ini kandungan gizinya menurun akibat lama dibiarkan.

Menanggapi hal tersebut, solusi yang perlu diterapkan dengan melakukan fermentasi. Pakan kambing fermentasi yang banyak dilakukan adalah dengan em4. Fermentasi ini memiliki manfaat mengawetkan pakan yang tersedia selama beberapa hari tanpa mengurasi nutrisi yang ada.

Pakan yang telah difermentasi tersebut nutrisinya akan terjaga, sehingga kualitasnya bisa bermanfaat untuk menunjang bobot kambing. Berbagai pakan ternak dan dapat difermentasi diantaranya rerumputan, dedaun hijau, gedebog pisang, dan jerami.

Pakan hijauan tersebut sebelum diberikan pada hewan ternak sebaiknya dijemur terlebih dahulu guna menghilangkan bakteri ataupun racun yang mungkin menempel. Cara membuat pakan kambing dengan fermentasi em4 adalah dengan mencampurkan cairan prebiotik pada pakan ternak yang akan difermentasi.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan para pakar menyatakan bahwa pakan yang difermentasi memiliki kebermanfaatan tambahan. Analisa usaha ternak kambing fermentasi terdapat manfaat yang diperoleh antara lain, meningkatkan nafsu makan, sistem pencernaan, dan mempercepat bobot kambing.

Keuntungan lainnya yaitu kotoran kambing menjadi tidak bau dan daging lebih banyak lemak. Jadi dalam hal ini selain dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak, juga banyak manfaat yang didapatkan. Hal ini tentu saja dengan adanya fermentasi dapat memberikan kontribusi yang positif jika dibandingkan hanya memberi pakan hijauan saja.

Pembuatan Fermentasi Pakan Kambing

fermentasi pakan kambing

Berikut ini cara detail pembuatan fermentasinya yaitu langkah pertama, menyiapkan prebiotik jenis em4. Kedua, menyiapkan wadah untuk proses fermentasi. Ketiga, menyiapkan bahan pakan hijau yang dapat difermentasikan. Keempat, memotong pakan hijau tersebut dengan ukuran yang kecil dan sama antara satu dan lainnya.

Kelima, mencampur tetes tebu dan prebiotik em4 menjadi satu. Keenam, campur cairan tersebut dengan pakan hijau dalam wadah terpal sedikit demi sedikit (injak hingga padat). Ketujuh, menutup semua bahan yang telah difermentasikan dengan plastik.

Kedelapan, diamkan pakan yang telah difermentasikan tersebut selama 2 minggu. Sebelum memberikan pakan hijauan tersebut, sebaiknya memberikan konsentrat terlebih dahulu. Perlu memberikan tambahan pakan ternak agar kambing semakin berkualitas. Pakan tambahan tersebut seperi bekatul dan bungil kelapa.

Tentunya pencampuran pakan tambahan tersebut sesuai takaran yakni 3:1 atau sebanyak 0,5 kg saja. Tidak lupa setiap harinya memberikan mineral sebanyak 1,5 liter yang dicampur dengan garam yang beryodium. Lebih baik lagi jika memberikan vitamin untuk peningkatan daya tahan tubuh kambing.

Memberikan pakan ternak tidak dianjurkan secara sembarangan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat berbagai aturan yang harus dipenuhi dalam memanajemen pemeliharaan mulai dari pembuatan kandang, peralatan, hingga pakannya. Telah tersedia pula penelitian terkait budidaya kambing yang dapat diakses melalui jurnal manajemen pemeliharaan kambing pdf.