Pernahkah Anda melihat kain batik yang memiliki pola seperti gambar binatang atau hewan tertentu? Jika pernah, nah, gambar tersebut merupakan salah satu contoh dari ragam hias fauna. Pola atau gambar binatang memang kerap diaplikasikan dalam kain batik, hal ini tentu memiliki filosofi atau makna yang mendalam. Setiap gambaran fauna yang dipilih tentunya memiliki makna tersendiri. Agar semakin dengan ragam hias fauna, simak ulasan berikut selengkapnya.

Sekilas Tentang Ragam Hias

Ragam Hias Fauna

Ragam hias merupakan gambar dasar untuk hiasan yang nantinya akan digunakan jadi pola yang kemudian diulang-ulang dalam sebuah karya kerajinan ataupun seni. Seni kerajinan tersebut bisa berupa songket, tulisan pada kain (batik), ukiran, maupun pahatan pada media kayu ataupun batu. Dalam proese pembuatannya, ragam hias dapat dilakukan dengan cara stilir atau distilisasi sehingga memiliki bentuk yang bervariasi.

Macam-macam ragam hias umumnya memiliki ke-khas-an tersendiri, terlebih dalam budaya ataupun era tertentu, sehingga hal ini dapat digunakan menjadi petunjuk para sejarahwan ataupun arkeolog dalam melakukan penelitian  dengan lebih mendalam.  

Ragam hias di nusantara bisa dijumpai pada motif tenun, batik, ukiran atau pahatan baik pada kayu dan juga batu, anyaman maupun tembikar. Ragam hias tersebut terdapat pada setiap bentuk dasar yang sama, namun di setiap daerah memiliki variasi ragam hias yang khas.

Secara umum, dalam karya seni atau kerajinan nusantara tradisional, seringkali terselip makna secara spiritual yang tertuang dalam stilisasi pada ragam hias. Ragam hias Nusantara memiliki jenis yang sangat beragam, dan kebanyakan merupakan stilisasi dari segala macam bentuk alam maupun makhluk hidup. Tetapi ada juga stilisasi yang mendapat pengaruh dari budaya luar, seperti dari India, Tiongkok dan juga Persia. 

Ragam hias juga dapat disebut dengan ornamen yang merupakan salah satu jenis karya seni rupa yang sudah mengalami perkembangan dari sejak jaman prasejarah. Dalam ragam hias, tampilan atau motifnya disadur dari berbagai macam bentuk baik dari fauna, flora, figuratif, maupun bentuk geometris. Semua jenis motif ragam hias tersebut dapat diterapkan di semua media baik dua dimensi maupun tiga dimensi.

Ragam Hias Fauna

Ragam Hias Fauna

Ragam hias Fauna merupakan ragam hias yang memiliki motif bertema hewan (fauna) yang mejadi objek motif dari ragam hias. Meskipun bertema hewan, namun tidak sembarang hewan dapat dijadikan sebagai motif. Hanya beberapa hewan tertentu yang boleh digunakan sebagai gambar motif.

Secara umum, gambaran fauna yang terdapat pada ornamen adalah hasil gubahan ataupun stilirisasi. Sangat jarang ditemukan motif hewan digambarkan secara natural, meski begitu hasil dari gubahan tersebut masih bisa dikenali dengan mudah. Baik dari bentuk maupun jenis hewan yang digubah.

 

Secara visualisasi, bentuk hewan yang digunakan tak jarang hanya mengambil bagian-bagian tertentu saja kemudian dikombinasikan dengan berbagai macam motif lain. Biasanya, jenis hewan yang digunakan sebagai obyek gubahan adalah burung, naga, kupu-kupu, singa, ular, naga dan lain sebagainya.

Bentuk fauna yang ditampilkan dalam gambar umumnya merupakan wujud dari ragam hias yang telah mengalami berbagai macam perubahan bentuk maupun gaya dari waktu ke waktu. Ragam hias dengan motif fauna bahkan telah mengalami banyak deformasi namun tak sampai menghilangkan bentuk aslinya. Umumnya gagam hias fauna juga dikombinasikan dengan berbagai motif yang lain seperti ragam hias flora agar menciptakan pola yang bervariasi.

Motif dari ragam hias fauna tersebut sangat sering dijumpai di karya batik, sulaman, ukiran, anyaman, pahatan, tenun, serta kain bordir. Motif fauna kerap dijadikan sarana untuk mengenalkan kearifan lokal suatu daerah tertentu di wilayah Indonesia. Misalnya saja, motif cendrawasih dari Papua, komodo dari Nusa Tenggara Timur, dan gajah dari Lampung. Berikut contoh dari ragam hias fauna. 

1.  Kupu-Kupu

Ragam Hias Fauna

Contoh yang pertama adalah, ragam hias dengan motif kupu-kupu. Secara umum, motif ini kerap ditampilkan dengan gambaran sayap terkembang,dan juga kerap ditemukan pada motif semen serta ceplok

2. Burung

Ragam Hias Fauna

Selanjutnya ada ragam hias burung yang juga sangat sering digunakan. Setidaknya terdapat tiga jenis ornamen atau motif burung yang kerap digunakan dalam ragam hias. Misalnya saja burung phoenix, burung merak, dan juga motif burung khayalan yang tidak ada di kehidupan nyata. Motif burung juga dipergunakan sebagai motif pengisi selain motif pokok. Namun tampilannya lebih dominan dibanding dengan motif yang lainnya.

3. Naga

Ragam Hias Fauna

Naga menjadi makhluk mitologi atau khayalan yang seringkali digunakan dalam motif ragam hias. Hewan ini biasanya digambarkan berupa ular berukuran besar yang mempunyai kekuatan yang luar biasa dan juga sakti mandraguna. Kebanyakan motif naga tersebut juga digambarkan memiliki kepala raksasa yang mengenakan mahkota, kadang juga bersayap, bahkan ada yang memiliki kaki. Penggambaran yang megah, menghadirkn makna yang mendalam tentang filosofis naga.

4. Hewan Berkaki Empat

Ragam Hias Fauna

Motif dalam ragam hias yang selanjutnya ialah hewan berkaki empat. Dan yang sering digunakan ialah hewan seperti lembu, gajah, kijang, singa hingga harimau. Hewan tersebut digambarkan dengan cara yang unik misalnya seperti gajah yang diberi motif bunga atau tumbuhan lainnya. 

Pola Ragam Hias

Ragam Hias Fauna

Bentuk atau motif dari ragam hias kebanyakan memiliki susunan ataupun pola yang berulang-ulang. Dalam bentuk ragam hias lainnya, pola atau susunan tersebut bisa berbentuk pola yang lebih teratur, terukur, juga memiliki keseimbangan. 

Pola dari ragam hias adalah hasil susunan yang didapat dari sebuah aturan tertentu baik dalam bentuk maupun komposisi tertentu. Dalam penempatannya, pola ragam hias sangat tergantung dari tujuan yang diinginkan.

Berikut jenis-jenis pola yang kerap digunakan dalam ragam hias, diantaranya.

  • Pola geometris, pola ini terlihat dari bentuknya. Misalnya berbentuk persegi empat, segitiga, zigzag, garis silang, maupun lingkaran. Pola dalam bidang tersebut merupakan pola geometris dengan bentuk yang teratur.
  • Pola Simetris, pola ini terbentuk dari beberapa susunan motif dari ragam hias yang memiliki keseimbangan dengan bentuk sama hampir di setiap bagian atau susunannya.
  • Pola Asimetris, pola ini merupakan kebalikan dari pola ragam hias simetris. Pola asimetris  terbentuk dari beberpa komposisi yang tidak seimbang namun terlihat proporsional, baik dari segi komposisi maupun keseimbangannya. 
  • Pola tepian, pola ini memiliki bentuk yang menyerupai pengulangan dari berbagai bentuk sebelumnya dan digunakan untuk menghiasi bagian tepi dari sebuah karya seni. Baik pada ukiran maupun seni batik.
  • Pola menyudut, pola ini umunya berbentuk pola segitiga dengan bentuk yang berbeda yang disesuaikan dengan bentuk atau pola ragam hias utama.
  • Pola menyusut, pola ini lebih memusat dengan bentuk corak atau motif yang berdiri sendiri dan terkadang merupakan gabungan dari sejumlah ragam hias.
  • Pola beraturan, pola ini memiliki bentuk bidang dan corak yang sama.
  • Pola tidak beraturan, pola ini merupakan hasil dari banyak pengembangan dari sejumlah motif berbeda dan tak mengikuti pola komposisi maupun proporsi yang berbeda

Demikian tadi informasi dan penjelasan singkat mengenai ragam hias fauna serta contoh dan juga polanya. Semoga bisa memberikan wawasan dan pengetahuan tentang ragam hias lebih baik lagi. Semoga bermanfaat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *